Site icon

Pipa Rusak di Martadinata Capai 13 Titik, PDAM Minta Koordinasi Diperkuat

LAMANRETORIK, Bandar Lampung — Kerusakan jaringan pipa air minum PDAM Way Rilau di sepanjang Jalan R.E. Martadinata, Kota Bandar Lampung, mencapai 13 titik.

Kerusakan tersebut tidak sekadar menjadi persoalan teknis bagi perusahaan daerah. Ketika pipa harus diperbaiki, aliran air kepada pelanggan terpaksa dihentikan sementara. Durasi gangguan bergantung pada tingkat kerusakan, mulai dari tiga hingga empat jam hingga satu sampai tiga hari.

Plt Direktur Teknik PDAM Way Rilau, Dirmansyah, mengatakan persoalan jaringan utilitas perlu mendapat perhatian dalam setiap pekerjaan pembangunan maupun perbaikan jalan.

Menurutnya, benturan antara pekerjaan jalan dan jaringan pipa dapat diminimalkan apabila koordinasi dilakukan sejak tahap perencanaan.

“Kalau sebelum pengerukan jalan kita lakukan pemindahan jalur air dulu, yang bekerja nyaman dan masyarakat juga tidak terganggu,” ujar Dirmansyah, Kamis (27/8/2026).

Dirmansyah mengatakan PDAM telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga, pihak kontraktor, serta Dewan Pengawas terkait persoalan tersebut.

Ia mendorong adanya pemetaan jaringan utilitas sebelum pekerjaan jalan dimulai. Langkah itu diperlukan untuk memastikan posisi pipa diketahui sehingga jalur yang berpotensi terdampak dapat dipindahkan atau diamankan lebih dahulu.

Menurut dia, koordinasi seharusnya tidak baru dilakukan ketika pipa sudah rusak. Perencanaan sejak awal dinilai penting agar pekerjaan konstruksi tetap berjalan tanpa mengorbankan pelayanan dasar masyarakat.

PDAM Way Rilau berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dan perbaikan jalan memperhitungkan keberadaan jaringan utilitas yang telah terpasang.

Sebab, ketika pipa rusak, yang berhenti bukan hanya pekerjaan perbaikan. Aliran air ke rumah warga pun ikut terganggu.

Exit mobile version