LAMANRETORIK, Tubaba – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan ruang kota yang sehat, hijau, dan berkelanjutan. Saat ini, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Kota Budaya Uluan Nughik menjadi salah satu proyek unggulan yang tengah digarap.
RTH ini dirancang bukan hanya sebagai pelengkap tata ruang, melainkan sebagai paru-paru kota. Kehadirannya diharapkan mampu menjaga kualitas udara, menekan polusi, menampung resapan air, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat. Penataan kawasan ini mengacu pada standar tata ruang modern, yang menekankan kenyamanan, keamanan, serta keteraturan lingkungan.
Pembangunan RTH Uluan Nughik sejatinya merupakan kelanjutan gagasan besar Ir. Umar Ahmad, Bupati Tulang Bawang Barat periode sebelumnya. Melalui konsep TUBABA yang dikenal dengan semboyan “pulang ke masa depan”, Umar Ahmad menekankan pentingnya membangun kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga selaras dengan alam dan budaya. Ide visioner ini kini diterjemahkan secara nyata oleh jajaran Pemkab Tubaba.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas PUPR Tubaba, Iwan Mursalin, bersama Sekretaris PUPR, Sadarsyah, pembangunan RTH Uluan Nughik dijalankan dengan penuh kesungguhan. Keduanya berperan penting dalam memastikan agar gagasan besar tersebut tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Tubaba.
Yang membuat kawasan ini semakin istimewa adalah hadirnya ikon Patung Tarian Cinta, yang menampilkan sosok Suhunan Riah. Figur ini melambangkan ecofeminisme, sebuah filosofi lingkungan yang menekankan pentingnya merawat alam dengan kelembutan dan kasih sayang. Seperti seorang ibu yang merawat anaknya, Suhunan Riah menjadi simbol harmonisasi manusia dengan alam, sekaligus pengingat bahwa keberlanjutan adalah warisan berharga bagi generasi mendatang.
Tidak hanya memiliki fungsi ekologis, kawasan RTH Uluan Nughik juga menjadi destinasi wisata baru di Lampung. Perpaduan seni patung, arsitektur kota, dan ruang hijau yang tertata rapi menghadirkan suasana sejuk sekaligus menenangkan. Wisatawan maupun masyarakat dapat datang untuk belajar, berwisata, atau sekadar melepas penat di tengah lingkungan yang asri.
Melalui pembangunan ini, PUPR Tubaba ingin menghadirkan lebih dari sekadar ruang terbuka. RTH Uluan Nughik diharapkan menjadi simbol nyata dari semangat TUBABA: membangun kota yang sehat, berbudaya, dan berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Tubaba diyakini mampu menjadi daerah yang membanggakan sekaligus memberikan kualitas hidup terbaik bagi warganya. (red)










