LAMANRETORIK, Bandar Lampung — Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Perum Bulog melakukan penetrasi pasar di sejumlah pasar tradisional untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hingga kini, kegiatan tersebut telah menjangkau enam pasar, yakni Pasar Panjang, Pasar Tamin, Pasar Cimeng, Pasar Tugu, Pasar Koga dan Pasar Way Halim.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah komoditas pangan yang disediakan melalui stan penjualan. Di antaranya beras SPHP, gula pasir dan MinyakKita yang ditawarkan sesuai HET.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kerja sama pemerintah kota, Pemerintah Provinsi Lampung dan Bulog.
“Penetrasi pasar ini menghadirkan bahan pokok dengan harga HET. Ini kerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Bulog untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga,” ujar Erwin.
Menurut Erwin, kegiatan tidak berhenti pada penjualan komoditas. Petugas juga melakukan pendataan terhadap pembeli serta memantau persediaan barang di setiap stan.
Pemantauan stok dilakukan untuk menjaga agar komoditas yang disediakan tetap tersedia bagi masyarakat. Ketika persediaan mulai menipis, pengisian kembali dilakukan.
Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga bahan pangan di tingkat konsumen. Kehadiran stan penjualan di pasar juga memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan.
Selain penetrasi pasar, Pemkot Bandar Lampung juga berkoordinasi dengan Bulog dalam menjaga ketersediaan komoditas pangan, terutama beras SPHP.
Dengan menyasar sejumlah pasar tradisional, pemerintah berharap intervensi harga dapat dirasakan langsung masyarakat sekaligus membantu menjaga pasokan bahan pokok tetap tersedia di pasaran. ()










