Beranda / Bandar Lampung / Lomba Tradisional Warnai HUT RI, Bunda Eva: Kebersamaan yang Harus Dijaga

Lomba Tradisional Warnai HUT RI, Bunda Eva: Kebersamaan yang Harus Dijaga

LAMANRETORIK, Bandar Lampung — Lomba tradisional mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung. Di balik tarik tambang, bakiak, balap kelereng hingga makan kerupuk, terselip pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan di tengah rutinitas pemerintahan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga para Kepala Bagian (Kabag) tidak sekadar menyaksikan, tetapi ikut turun langsung memeriahkan perlombaan.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, perlombaan tersebut memang sederhana. Namun, menurutnya, nilai yang dibawa jauh lebih besar karena menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan kekompakan antarpihak.

“Kita ada berapa lomba ya, tarik tambang, bakiak, ada kelereng juga, ada makan kerupuk. Nah, lomba-lomba ini sederhana tapi manfaatnya, kebersamaannya luar biasa. Tadi Bunda bersama Forkopimda, OPD-OPD, Kabag, semuanya bersama kita berkolaborasi,” ujar Eva.

Bagi Eva, menang atau kalah dalam perlombaan bukan perkara utama. Yang lebih penting adalah kebersamaan yang terbangun ketika seluruh jajaran berada dalam satu ruang tanpa sekat formalitas.

“Harapan Bunda Eva dengan adanya lomba-lomba seperti ini, kalah menang itu sudah biasa, tapi kebersamaan, kekompakan ini yang perlu kita jaga,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandar Lampung H. Deddy Amarullah mengatakan, semangat kebersamaan dalam peringatan kemerdekaan juga perlu diteruskan dalam kerja pemerintahan dan pembangunan.

“Tadi disampaikan oleh Bunda, bahwa ya Dirgahayu Kemerdekaan RI ini kan maknanya supaya kita membangkitkan semangat lagi, mengingat kita sepakat pada saat penggagas kemerdekaan dulu kan,” kata Deddy.

Menurut Deddy, para pengisi kemerdekaan saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita tersebut melalui inovasi dan kerja nyata.

“Kita dituntut sebagai pengisi kemerdekaan ini supaya kita punya inovasi dalam rangka untuk pembangunan bangsa. Yang penting kita jaga negara kita untuk tetap maju,” pungkasnya.

Lomba boleh selesai ketika peluit dibunyikan. Namun, pesan yang ingin dijaga Eva lebih panjang dari sekadar hasil pertandingan: kebersamaan dan kekompakan menjadi modal penting untuk menjalankan roda pemerintahan. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *