LAMANRETORIK, Bandar Lampung — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung mulai menjaring bakal calon ketua periode 2026–2031. Di tengah proses pergantian kepemimpinan tersebut, seluruh anggota diingatkan untuk menjaga soliditas agar perbedaan dukungan tidak berujung pada perpecahan organisasi.
Ketua Tim Penjaringan dan Pendaftaran (TPP) Bakal Calon Ketua PWI Lampung, Lukmansyah, mengatakan pendaftaran dibuka mulai 19 hingga 26 Oktober 2026. Pelayanan berlangsung setiap hari pukul 09.00 hingga 16.30 WIB, sedangkan khusus Minggu dibuka pukul 09.30 hingga 16.00 WIB.
Ia menjelaskan, pengambilan formulir maupun pengembalian berkas pendaftaran harus dilakukan langsung oleh bakal calon. Panitia tidak melayani proses yang diwakilkan.
“Tidak boleh diwakilkan. Yang bersangkutan harus datang langsung, baik untuk mengambil formulir maupun mengembalikan berkas,” kata Lukmansyah.
Menurutnya, bakal calon tidak harus membawa seluruh persyaratan saat mengambil formulir. Mereka dapat mempelajari dokumen yang dibutuhkan terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan kelengkapan administrasi.
Seluruh persyaratan wajib diserahkan saat pengembalian berkas, paling lambat 26 Oktober 2026.
Di tengah tahapan pencalonan, Lukmansyah mengingatkan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Namun, persaingan dalam pemilihan ketua tidak seharusnya mengganggu hubungan antarsesama anggota.
Ia menegaskan, PWI Lampung merupakan rumah bersama bagi seluruh wartawan. Karena itu, siapa pun yang mendapat dukungan dalam kontestasi kepemimpinan, kebersamaan dan semangat persaudaraan harus tetap dijaga.
Soliditas anggota, lanjutnya, juga diperlukan untuk menghadapi sejumlah agenda organisasi ke depan. Selain konferensi provinsi, PWI Lampung harus mempersiapkan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).
“Kita bukan hanya memikirkan konferensi provinsi ini. Ada agenda besar yang juga harus kita hadapi, yakni Hari Pers Nasional (HPN) dan persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), termasuk kick-off pada 29 November 2026,” ujarnya.
Lukmansyah berharap seluruh anggota dapat menyikapi proses pemilihan secara dewasa. Perbedaan dukungan hendaknya menjadi bagian dari demokrasi organisasi, bukan alasan untuk menciptakan perpecahan.
Ia memastikan tim penjaringan akan menjalankan tugas secara profesional dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi PWI yang berlaku.
“Kita menjaga situasi tetap kondusif dan menjaga persatuan. Persatuan itulah yang paling kita utamakan,” tandasnya.
Penjaringan bakal calon ketua menjadi tahap awal pergantian kepemimpinan PWI Lampung periode 2026–2031. Di tengah proses tersebut, menjaga soliditas anggota menjadi penting agar kontestasi berlangsung sesuai aturan tanpa mengesampingkan kepentingan dan agenda bersama organisasi. ()










