LAMANRETORIK, Bandar Lampung – Mantan Bupati Tulang Bawang Barat, H. Umar Ahmad, angkat suara terkait berbagai stigma dan sorotan miring yang belakangan menerpa PT. Sugar Group Companies (SGC). Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas opini-opini negatif yang berkembang, dan menilai bahwa tudingan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Menurut Umar, banyak narasi negatif yang digulirkan terhadap keberadaan SGC tak berdasar sepenuhnya. Ia pun menyatakan siap menjadi saksi bahwa pemilik perusahaan, kakak beradik Gunawan Yusuf dan Purwanti Lee, adalah sosok yang dikenal memiliki dedikasi tinggi, baik dalam dunia kerja maupun dalam aspek sosial.
“Sebenarnya PT. SGC tidak hanya berfokus hal-hal yang bersifat bisnis. Tapi juga aktif dalam aktivitas sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, pengembangan karyawan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Khususnya masyarakat yang ada di sekitaran perusahaan,” ungkap Umar Ahmad.
Umar juga mengungkapkan bahwa puluhan ribu anak-anak dari keluarga tidak mampu telah merasakan manfaat berupa beasiswa dan pendidikan gratis berkat kehadiran PT. SGC di Provinsi Lampung. Mulai dari jenjang PAUD, TK, SMP, hingga SMA/SMK, politeknik, bahkan ke universitas top seperti UI, UGM, dan ITB.
Salah satu langkah konkret yang diambil PT. SGC adalah pembangunan Kampus Politeknik Tunas Garuda di Uluan Nughik, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Investasi bernilai ratusan miliar ini, kata Umar, adalah bentuk nyata pengabdian perusahaan dengan jaminan beasiswa serta lapangan kerja bagi mahasiswa berprestasi. Sistem pendidikan yang diterapkan pun berbasis pada kebutuhan industri modern.
“Sebab kalau bicara bisnis atau untuk mencari duit, saya yakin tidak ada perusahaan yang berani seperti ini. Tapi PT. SGC berbeda. Saya ingat sekali pesan Bu Lee saat peletakan batu pertama Kampus Politeknik Tunas Garuda. Dia berkata ‘Saya melihat tempat ini akan tumbuh banyak kebaikan. Dan saya ingin jadi saksi sekaligus pelaku dalam tumbuhnya kebaikan ditempat ini’. Jadi ini benar-benar suara hati beliau,” jelas Umar Ahmad.
Ia menambahkan, upaya sosial perusahaan sering kali tidak terlihat oleh publik. Gaya kepemimpinan yang rendah hati membuat banyak kegiatan sosial tidak dipublikasikan secara besar-besaran.
“Beliau sepertinya memiliki prinsip, jika tangan kanan memberi, maka tangan kiri tidak mengetahui,” imbuhnya.
Selain pendidikan, PT. SGC juga rutin menggelar kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan dan pembagian bantuan langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini nyaris tanpa henti dan menjadi bukti konsistensi SGC dalam membangun negeri, bukan sekadar mengejar keuntungan semata.
Menurut Umar, kontribusi SGC terhadap ekonomi daerah sangat terasa, baik dari sisi usaha perkebunan, pabrik gula, maupun penciptaan lapangan kerja. Selain dampak ekonomi langsung, kehadiran SGC juga membawa efek berganda dalam aspek sosial masyarakat di sekitarnya.
“Tapi sekali lagi, berbagai kebaikan dan citra positif tentang PT. SGC bagi masyarakat justru kalah dengan isu-isu dan stigma negatif yang dihembuskan kelompok tertentu. Yang banyak dibicarakan masalah PT. SGC donatur pilkada, tentang sengketa dan ukur lahan. Soal pajak, masalah lingkungan serta beberapa persoalan lain. Padahal sekali lagi, ini baru asumsi yang belum terbukti kebenarannya. Malah saya tegaskan semua tidak benar,” tegas Umar Ahmad.
Menanggapi isu lingkungan, Umar menjelaskan bahwa PT. SGC justru telah menerapkan langkah-langkah mitigasi dan pengelolaan limbah yang ketat. Perusahaan juga aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penghijauan, pengelolaan sumber air, dan program rutin lainnya.
“Jadi secara keseluruhan, PT. SGC tidak hanya berfokus pada kegiatan bisnis. Tapi juga aktif dalam berbagai aktivitas sosial. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pengembangan karyawan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Serta menjadi harapan bagi puluhan bahkan ratusan ribu kepala keluarga,” pungkasnya.










