LAMANRETORIK, Bandar Lampung – Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menegaskan bahwa target kinerja Bank Lampung tahun 2026 harus disusun secara terukur agar mudah diawasi dan dievaluasi sepanjang tahun.
Penegasan tersebut disampaikan Giri Akbar dalam rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan manajemen Bank Lampung yang digelar di Aula Lantai IV Kantor Pusat Bank Lampung.
Menurutnya, penetapan target tahunan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akhir, tetapi perlu dilengkapi dengan indikator kinerja berkala sebagai dasar pengawasan DPRD. Tanpa tahapan yang jelas, evaluasi kinerja berpotensi tidak optimal.
Karena itu, DPRD mendorong agar proyeksi pendapatan Bank Lampung pada 2026 disertai pemetaan capaian periodik, sehingga perkembangan kinerja dapat dipantau secara objektif dari bulan ke bulan.
Dalam rapat yang turut dihadiri Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung tersebut, Giri Akbar menyebutkan bahwa skema pengukuran yang rinci akan membantu DPRD menilai konsistensi kinerja Bank Lampung sekaligus menjadi instrumen koreksi dini apabila terjadi deviasi dari rencana.
Ia juga menilai Bank Lampung memiliki peluang besar untuk meningkatkan kinerja sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Lampung. Dukungan kebijakan daerah serta pangsa pasar yang tersedia dinilai menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan pendapatan.
“Potensi yang ada perlu diimbangi dengan perencanaan yang matang dan disiplin agar target yang ditetapkan benar-benar dapat dicapai,” ujar Giri Akbar.
Melalui rapat koordinasi tersebut, DPRD Provinsi Lampung berharap tata kelola dan kinerja Bank Lampung pada 2026 dapat berjalan lebih akuntabel, transparan, dan sejalan dengan agenda pembangunan daerah. ()










