LAMANRETORIK, Bandar Lampung — Kegiatan Indonesia Berdzikir dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-18 tvOne digelar khidmat di Masjid Raya Al-Bakrie, Sabtu malam (14/2/2026). Acara ini menjadi momentum penguatan nilai persatuan bangsa melalui dzikir dan doa bersama.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ustaz Abdul Somad (UAS) dan mengusung tema “Lampung Tanoh Pusako, Gham Pulang”, yang menggambarkan semangat kebersamaan serta ajakan kembali pada nilai-nilai keimanan dan kearifan lokal.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan rasa bangga karena Provinsi Lampung dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Doa Untuk Negeri. Ia menilai antusiasme masyarakat yang memadati masjid sejak sore hari mencerminkan kuatnya semangat religius sekaligus kebersamaan warga Lampung.
Menurut Gubernur Mirza, Lampung sebagai salah satu destinasi wisata utama di Sumatera tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga wisata religi. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Bandar Lampung turut singgah untuk beribadah di Masjid Raya Al-Bakrie, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
“Masjid Al-Bakrie sudah menjadi ikon dan landmark kebanggaan Bandar Lampung dan Provinsi Lampung,” ujarnya.
Dalam momentum menyambut Ramadan, Gubernur Mirza menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memastikan kekhusyukan ibadah masyarakat. Ia menyebut Pemprov Lampung terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga keamanan, ketertiban, serta stabilitas harga kebutuhan pokok.
“Kami ingin menghadirkan Ramadhan yang khusyuk, penuh kemajuan dan semangat, sehingga masyarakat Lampung dapat beribadah dengan tenang dan fokus,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-18 kepada tvOne. Ia berharap, di usia yang produktif dan penuh kreativitas, tvOne terus menghadirkan inovasi serta informasi yang mencerdaskan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, dalam tausiahnya, UAS mengangkat tema syukur atas nikmat usia, pentingnya istiqamah, kesabaran dalam menghadapi ujian, serta menjaga persatuan bangsa. Ia mengajak masyarakat mengisi umur dengan amal ibadah—baik ibadah badan, harta, lisan, maupun hati—serta memperkuat dzikir sebagai penenang jiwa.
UAS juga menekankan pentingnya istiqamah dalam kehidupan, mulai dari ibadah pribadi, rumah tangga, hingga dalam menjaga keadilan dan persatuan. Dalam konteks kebangsaan, ia mengingatkan bahwa keberagaman Indonesia dipersatukan oleh nilai-nilai Pancasila dan semangat persaudaraan.
Acara yang disiarkan secara nasional tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Ribuan jemaah dari berbagai kabupaten/kota di Lampung bahkan luar daerah turut hadir, mencerminkan kuatnya semangat religius sekaligus kebersamaan masyarakat.
Melalui kegiatan Indonesia Berdzikir ini, nilai-nilai dzikir, kesabaran, dan persatuan yang disampaikan diharapkan dapat memperkuat karakter masyarakat serta menjadi energi positif dalam membangun daerah. Tema “Lampung Tanoh Pusako, Gham Pulang” pun menjadi refleksi bahwa Lampung merupakan rumah besar yang menjunjung tinggi nilai keislaman, kebudayaan, dan kebangsaan.










