Beranda / Lampung / Gubernur Mirza Dorong Pendidikan dan Moderasi Beragama Cegah Radikalisme

Gubernur Mirza Dorong Pendidikan dan Moderasi Beragama Cegah Radikalisme

LAMANRETORIK, Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya peran pendidikan dan penguatan moderasi beragama sebagai strategi utama dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme yang dapat mengancam persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Ujian Promosi Doktor Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Firsada di Ballroom UIN Raden Intan Lampung, Kamis (12/2/2026).

Menurut Mirza, radikalisme tidak hanya merupakan persoalan keamanan, tetapi juga persoalan sosial, budaya, dan pendidikan yang membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan.

“Pencegahan radikalisme tidak cukup hanya dengan pendekatan hukum dan keamanan. Pendidikan karakter, internalisasi nilai kebangsaan, serta penguatan moderasi beragama harus menjadi fondasi utama,” ujar Mirza.

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial di era digital, wawasan kebangsaan dan sikap keberagamaan yang moderat menjadi benteng penting dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.

Gubernur Mirza juga menyebut Provinsi Lampung sebagai miniatur Indonesia karena dihuni oleh beragam agama, budaya, serta hampir seluruh suku yang ada di Tanah Air dan hidup berdampingan dalam bingkai Pancasila dan NKRI. Kondisi tersebut, kata dia, harus terus dirawat melalui pendidikan yang inklusif dan berwawasan kebangsaan.

“Keberagaman ini tidak akan terajut dengan baik jika ada instrumen radikalisme. Karena itu, pendidikan dan moderasi beragama menjadi kunci menjaga persatuan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Firsada yang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pengembangan Masyarakat Islam dengan disertasi berjudul “Strategi Internalisasi Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Beragama dalam Pencegahan Radikalisme”.

Ia menilai disertasi tersebut memberikan kontribusi penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan deradikalisasi melalui pendekatan edukatif dan kultural, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga.

Gubernur Mirza juga menegaskan peran strategis UIN Raden Intan Lampung sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang moderat, inklusif, dan berwawasan kebangsaan.

“Saya berharap UIN Raden Intan Lampung terus menjadi rumah besar moderasi beragama di Provinsi Lampung dan melahirkan gagasan-gagasan akademik yang berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page